Selasa, 31 Mei 2011

Jurnal Sistem Informasi

Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi
Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
Radiant Victor Imbar, Eric Tirta
Jurusan S1 Sistem Informasi

Abstract
A company as an organization that has a tendency toward profit, always needs a
computerized system to be used in collecting, saving and processing the data to produce the
information that will support the company in business strategy planning and making the
business decision effectively. “PT. Pro Roll International” is an oil distribution company
that located in Bandung. The company has been using manual system in supporting
business related activities since established in 2005. The manual system has become a
problem for the company to handle the daily business related activities that increase
continually every year. So that, the company decides use computerized system. Moving to
computerized system will be included three steps: analysis, design and implementation.
The tools will support the process of system analysis and design, as follow: Data Flow
Diagram, Data Structure, Process Specification, ER-Diagram, Database Schema and User
Interface Design Sketch. The tools that will be used to implement the system are PHP,
MySQL, Asynchronous JavaScript and XML (Ajax).
This paper explains about the process of analysis, design and implementation selling oil
information system in “PT. Pro Roll International”.
Keywords : Data Flow Diagram, ER-Diagram, Information System, Penjualan






1.      Pendahuluan

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, keberadaan
pengolahan data menjadi informasi secara terkomputerisasi menjadi sangat
penting. Hal itu dikarenakan pengolahan data secara terkomputerisasi dapat
memberikan kontribusi yang besar untuk kinerja suatu perusahaan. Jika
dibandingkan pengolahan data secara manual, pengolahan data secara
terkomputerisasi memiliki kelebihan, seperti: pengolahan data yang cepat dan
akurat, mendukung pengolahan data dalam skala besar.
Perusahaan sebagai organisasi yang memiliki kecenderungan orientasi pada laba,
selalu membutuhkan sistem yang terkomputerisasi dalam mengumpulkan,
menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang dapat
membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan
suatu keputusan secara efektif. Tanpa adanya sistem yang terkomputerisasi,
perusahaan akan menghadapi kendala untuk mendapatkan informasi yang aktual
dan akurat. Hal itu dapat disebabkan oleh proses pengumpulan dan pengolahan
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149
data masih dilakukan secara manual. Dengan bantuan sistem yang terkomputerisasi
pula informasi dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat menciptakan efisien
biaya.
Perusahaan “PT. Pro Roll International” merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang penjualan pelumas. Pada saat ini sistem informasi penjualan pada
perusahaan “PT. Pro Roll International” masih dilakukan secara manual sehingga
kinerjanya belum efektif. Hal itu tercermin pada seringnya terjadi keterlambatan
penyusunan laporan penjualan dan piutang dagang, kesalahan pencatatan dan
perhitungan persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi. Oleh karena
itu, perusahaan “PT. Pro Roll International” bermaksud mengkomputerisasikan
sistem bagian penjualan untuk memaksimalkan kinerjanya. Diharapkan setelah
sistem informasi penjualan dikomputerisasi, maka pengumpulan, penyimpanan,
dan pengolahan data transaksi dapat dilakukan secara akurat dan cepat.
Berikut ini adalah gambar proses bisnis perusahaan mulai dari pengadaan pelumas
sampai penjualannya.
Gambar 1 Proses Bisnis Perusahaan

2. Landasan Teori

2.1 Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.[Har05].
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

2.2 Sistem Aplikasi Komputer Berbasis Web
Aplikasi dalam bahasa awam sering disebut sebagai sebuah kumpulan program
atau script. Aplikasi web yang dibangun dengan menggunakan Struts framework
terdiri dari komponen-komponen individual yang digabungkan menjadi satu
aplikasi. Aplikasi tersebut dapat diinstal dan dieksekusi oleh web container.
Komponen-komponen tersebut dapat digabungkan karena mereka terletak dalam
sebuah konteks web yang sama, yang menjadikan mereka bergantung satu dengan
yang lainnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

2.3 Perangkat Analisa Sistem

2.3.1 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan diagram yang mengunakan notasi-notasi atau simbol-simbol
untuk mengambarkan sistem jaringan kerja antar fungsi-fungsi yang berhubungan
satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.[Har05].

Adapun yang digunakan dalam DFD adalah:
1. Kesatuan Luar (External Entity)
Kesatuan luar (entity) di lingkungan  luar sistem yang dapat berupa orang,
organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan
memberikan input atau menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar
dapat disimbolkan dengan suatu notasi persegi panjang atau suatu persegi
panjang dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal.

2. Aliran data
Aliran data di DFD diberikan simbol suatu panah. Aliran data ini mengalir
diantara process (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar
(External entity). Aliran data ini menunjukkan arus dari data yang dapat
berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

3. Proses
Suatu process adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin
atau komputer dari hasil suatu aliran datayang masuk ke dalam proses untuk
dihasilkan aliran data yang akan keluar dari proses. Suatu proses dapat
disimbolkan dengan notasi lingkaran atau dengan simbol empat persegi
panjang dengan sudut-sudut tumpul.

4. Penyimpan Data (Data Store)
Penyimpan data (data store) merupakan penyimpan data yang dapat berupa:
• Suatu file atau basis data di sistem komputer.
• Suatu arsip atau catatan manual.
• Suatu kotak tempat data di meja seseorang.

Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

• Suatu tabel acuan manual.
• Suatu agenda atau buku.
Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal
paralel yang tertutup di salah satu ujungnya atau tanpa ditutup.

2.3.2 Entity Relational Diagram (E-R Diagram)
Entity Relational Diagram merupakan salah satu pemodelan data konseptual yang
paling sering digunakan dalam proses pengembangan basis data bertipe relasional.
Model E-R adalah rincian yang merupakan representasi logika dari data pada suatu
organisasi atau area bisnis tertentu.[Fat99].
Model E-R terdiri dari beberapa komponen dasar yaitu sebagai berikut:

1. Entitas
Entitas adalah sesuatu atau objek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari
sesuatu atau objek yang lainnya. Sebagai contoh, setiap mahasiswa dalam
suatu universitas adalah suatu entitas. Setiap fakultas dalam suatu universitas
adalah juga suatu entitas. Dapat dikatakan bahwa entitas bisa bersifat
konseptual/abstrak atau nyata hadir di dunia nyata.

2. Atribut
Atribut adalah properti deskriptif yang dimiliki oleh setiap anggota dari
himpunan entitas. Sebagai contoh entitas mahasiswa, atribut-atribut yang
dimiliki adalah nim, nama mahasiswa, alamat dan lain-lain.

3. Hubungan antar relasi (Relationship)
Hubungan antar relasi adalah hubungan antara suatu himpunan entitas
dengan himpunan entitas yang lainnya. Misalnya, entitas mahasiswa
memiliki hubungan tertentu dengan entitas matakuliah (mahasiswa
mengambil matakuliah). Pada penggambaran model E-R, relasi adalah
perekat yang menghubungkan suatu entitas dengan entitas yang lainnya.

4. Kardinalitas/Derajat Relasi
Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat
berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Sebagai contoh:
entitas-entitas pada himpunan entitas mahasiswa dapat berelasi dengan satu
entitas, banyak entitas atau tidak satupun entitas dari himpunan entitas
kuliah. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas dapat
berupa:
• Satu ke Satu(One to One)
Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak
dengan satu entitas pada himpunan entitas B, begitupun sebaliknya.
• Satu ke Banyak(One to Many)
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap
entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak
dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
• Banyak ke Satu(Many to One)
Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak
dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya
dengan entitas B.
• Banyak ke Banyak(Many to Many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas
pada himpunan entitas A.

2.4 Perangkat Lunak Pembangun Sistem

2.4.1 Hypertext Preprocessor (PHP)

PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan dalam
server dan diproses di server. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke klien,
tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk
membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan
permintaan terkini. Misalnya, kita bisa menampilkan isi database ke halaman web.
Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP
(Actives Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.[Kad01].

2.4.2 MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL
(Database Management System) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan
sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL merupakan perangkat lunak basis
data open source yang paling digemari, karena perangkat lunak ini merupakan
perangkat lunak basis data yang powerful dan cukup stabil untuk digunakan
sebagai media penyimpanan data.

2.4.3 Asynchronous Javascript And XML (Ajax)
Ajax atau Asynchronous Javascript And XML merupakan teknik pengembangan
web untuk menciptakan aplikasi web yang interaktif. Tujuan Ajax adalah untuk
membuat web yang lebih responsive dengan melakukan pertukaran data dengan
server secara behind the scenes. Sehingga setiap kali pengguna melakukan
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149
perubahan pada form atau halaman web, maka halaman web tersebut tidak akan
terjadi aksi reloaded.[Dar06].



3. Analisa dan Perancangan

3.1 Data Flow Diagram (DFD)
Pada program aplikasi sistem informasi penjualan pelumas, DFD yang dirancang
akan dijelaskan berikut ini:
Gambar 2 Diagram Konteks /DFD Level 0
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 3 DFD Level 1
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Gambar 4 DFD Level 2, Proses 1.4
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 5 DFD Level 3, Proses 1.4.2
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Gambar 6 DFD Level 4, Proses 1.4.2.6
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

3.2 Kamus Data

Tabel 1 Kamus Data tPelanggan
Nama Data tPelanggan
Deskripsi Merupakan data yang berisi profile pelanggan.
Sumber data :

Proses 1.1 Pengolahan Data Pelanggan
·         Isi data IDPlg
·         PerusahaanPlg
·         AlamatPlg1
·         AlamatPlg2
·         TelpPlg1
·         TelpPlg2
·         FaxPlg
·         CPPlg
·         EmailPlg
·         SitusPlg
·         KtrPlg
·         PiutangPlg
·         {A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9 | .,}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {a-z A-Z | - | 0-9}
·         {0-9}
·         Tipe dan ukuran data IDPlg
·         PerusahaanPlg
·         AlamatPlg1
·         AlamatPlg2
·         TelpPlg1
·         TelpPlg2
·         FaxPlg
·         CPPlg
·         EmailPlg
·         SitusPlg
·         KtrPlg
·         PiutangPlg
·         Char(7)
·         Varchar(50)
·         Varchar(100)
·         Varchar(100)
·         Varchar(30)
·         Varchar(30)
·         Varchar(50)
·         Varchar(50)
·         Varchar(50)
·         Varchar(30)
·         Varchar(100)
·         Int(11)
·         Struktur data tPelanggan = IDPlg + PerusahaanPlg +
·         AlamatPlg1 + AlamatPlg2 + TelpPlg1 +
·         TelpPlg2 + FaxPlg + CPPlg + EmailPlg +
·         SitusPlg + KtrPlg + PiutangPlg

·         3.3 Spesifikasi Proses

·         Tabel 2 S.P. 1.1.1 Proses Input Data Pelanggan

·         Kode identitas proses 1.1.1

·         Nama proses Proses Input Data Pelanggan
·         Deskripsi Merupakan proses memasukan data pelanggan
·         baru.
·         Input aliran data Data_Pelanggan = IDPlg +PerusahaanPlg +
·         AlamatPlg1 + AlamatPlg2 + TelpPlg1 + TelpPlg2
·         Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149
·         + FaxPlg + CPPlg + EmailPlg + SitusPlg +
·         PiutangPlg + KtrPlg
·         Output aliran data Data_Pelanggan = IDPlg +PerusahaanPlg +
·         AlamatPlg1 + AlamatPlg2 + TelpPlg1 + TelpPlg2
·         + FaxPlg + CPPlg + EmailPlg + SitusPlg +
·         PiutangPlg + KtrPlg
·         Logika proses INPUT Data_Pelanggan

·         3.4 ER-Diagram
·         Gambar 7 ER-Diagram
·         Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
·         Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
·         (Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)
·         131

·         3.5 Skema Basis Data
·         Gambar 8 Skema Basis Data

·         3.6 Perancangan Sketsa User Interface
·         Perancangan user interface diperlukan pada program aplikasi ini dengan tujuan
untuk mempermudah pengguna dalam menggunakan program apikasi ini. Dengan
adanya user interface ini berbagai pengguna baik yang awam, maupun yang sudah
berpengalaman dapat mengoperasikan program ini tanpa adanya kesulitan yang
besar.
Program aplikasi sistem informasi penjualan pelumas ini menggunakan jenis menu
pull down yaitu setiap menu memiliki sub-menu masing-masing. Tujuan
penggunaan jenis menu ini adalah untuk mempermudah pengguna dalam memilih
fitur yang akan digunakan. Untuk lebih jelasnya, akan dipaparkan dalam gambar
berikut ini.
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Gambar 9 Struktur Menu

4. Hasil Tercapai
Pada dokumentasi program aplikasi, selain penulisan analisa, perancangan dan
desain user interface, diperlukan juga screenshot program aplikasi yang dirancang
dengan maksud menjelaskan setiap menu, fungsi, tampilan dan hasil yang dicapai
dalam perancangan program aplikasi ini.

Gambar 1 Proses 1.6 / Halaman Login
Pada saat aplikasi ini diakses, halaman yang tampil pertama kali adalah halaman
login seperti yang ada pada gambar Gambar 10 Proses 1.6 / Halaman Login.
Pada halaman ini pengguna diharuskan untuk mengisi identitas hak akses yang
dimiliki, seperti username dan password.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 11 Halaman Index
Setelah pengguna aplikasi melakukan login dan hak aksesnya telah disetujui,
halaman berikut yang ditampilkan adalah halaman index. Pada halaman index, logo
produk pelumas Agip akan terlihat pada halaman ini, seperti yang ada pada gambar
Gambar 11 Halaman Index.
Gambar 12 Proses 1.1.1 / Halaman Add/Edit_Pelanggan

Pada fitur pelanggan yang terdapat pada aplikasi sistem informasi penjualan
pelumas. Pengguna dapat memasukan data pelanggan yang baru melalui halaman
yang terlihat pada gambar Gambar 12 Proses 1.1.1 / Halaman Add/Edit_Pelanggan.
Pada halaman add_pelanggan, pengguna diminta untuk mengisi data pelanggan
yang meliputi field: nama perusahaan, alamat 1, alamat 2, no.telepon 1, no.telepon
2, no.fax, penanggung jawab, alamat email, alamat situs dan keterangan. Di antara
field tersebut, field nama perusahaan, alamat 1 dan no.telepon 1 merupakan field
wajib. Apabila field wajib tidak diisi, maka penambahan data pelanggan baru tidak
dapat dilakukan. Cara yang sama dapat dilakukan pada edit pelanggan.
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Gambar 13 Proses 1.1.5 / Halaman Pencarian
Pencarian data pelanggan dapat dilakukan melalui halaman pencarian, seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 13 Proses 1.1.5 / Halaman Pencarian. Pada halaman
pencarian pengguna diharuskan mengisi field kategori dan kata kunci id atau nama
pelanggan. Apabila salah satu dari kedua field tersebut tidak diisi, maka pencarian
data pelanggan tidak akan dilakukan.

Gambar 14 Proses 1.3.1 / Halaman add/Edit_produk
Pada fitur produk, pengguna dapat memasukan data produk yang baru melalui
halaman yang terlihat pada gambar Gambar 14 Proses 1.3.1 / Halaman
add/edit_produk. Pada halaman add_produk, pengguna diminta untuk mengisi data
produk yang meliputi field: tipe produk, nama produk, kinerja, unit base, stok,
harga net, harga price list dan keterangan. Diantara field tersebut, Field tipe
produk, nama produk, unit base, stok, harga net dan harga price list merupakan
field wajib. Apalabila field wajib tidak diisi, maka penambahan data produk baru
tidak dapat dilakukan.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 15 Proses 1.3.3 / Proses 1.3.4 / Halaman produk
Data produk dapat dihapus dari basis data dengan cara menklik check box pada
data produk yang akan dihapus, lalu memilih tombol delete. Seperti yang terlihat
pada gambar Gambar 15 Proses 1.3.3 / Proses 1.3.4 / Halaman produk.
Penghapusan data produk dapat dilakukan apabila data produk yang akan dihapus
tidak memiliki keterkaitan dengan data yang lain.

Gambar 16 Proses 1.3.5 / Halaman pencarian
Pencarian data produk dapat dilakukan melalui halaman pencarian, seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 16 Proses 1.3.5 / Halaman pencarian. Pada halaman
pencarian, pengguna diharuskan mengisi field kategori dan kata kunci id. Apabila
salah satu dari kedua field tersebut tidak diisi, maka pencarian data produk tidak
akan dilakukan.
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149
136
Gambar 17 Proses 1.4.1.1 / Halaman add_pemesanan
Pada fitur pemesanan, pengguna dapat memasukan data pemesanan yang baru
melalui halaman yang terlihat pada gambar Gambar 17 Proses 1.4.1.1 / Halaman
add_pemesanan. Pada halaman add_pemesanan pengguna diharuskan untuk
mengisi data pemesanan (id pemesanan, nama pelanggan, no PO, tgl pemesanan,
tgl req pengiriman dan keterangan) dan data pemesanan detail (produk, jumlah,
harga satuan, sub total), Di antara field tersebut, field nama pelanggan, tgl
pemesanan, tgl req pengiriman, produk, jumlah, harga satuan dan sub total
merupakan field wajib. Apalabila field wajib tidak diisi, maka penambahan data
pemesanan baru tidak dapat dilakukan. Ketika data pemesanan baru disimpan di
basis data, field status pemesanan akan berstatus on order secara default. Field
status pemesanan memiliki 3 jenis status yaitu on order(0), completed(1) dan
cancel(2).
Data pemesanan dapat diubah sesuai dengan keinginan pengguna. Pengubahan data
pemesanan hanya dapat dilakukan, apabila status pemesanan masih berstatus on
order.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 18 Proses 1.4.1.3 / Proses 1.4.1.4 / Halaman pemesanan
Data pemesanan dapat dihapus dari basis data dengan cara menklik check box pada
data pemesanan yang akan dihapus, lalu memilih tombol delete, seperti yang ada
pada gambar Gambar 18 Proses 1.4.1.3 / Proses 1.4.1.4 / Halaman pemesanan.
Penghapusan data pemesanan dapat dilakukan, apabila data pemesanan yang akan
dihapus tidak memiliki keterkaitan dengan data yang lain atau status pemesanan
masih berstatus on order.

Gambar 19 Proses 1.4.2.1 / Halaman add_suratjalan
Pada fitur surat jalan / pengiriman pesanan, pengguna dapat memasukan data surat
jalan yang baru melalui halaman yang terlihat pada gambar Gambar 19 Proses
1.4.2.1 / Halaman add_suratjalan. Pada halaman tersebut, pengguna cukup mengisi
field, seperti: id surat jalan, id pemesanan, tgl surat jalan dan keterangan. Field
nama pelanggan, no PO akan diisi secara otomatis oleh program setelah pengguna
mengisi field id pemesanan. Di antara field tersebut, Field id pemesanan dan tgl
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

surat jalan merupakan field wajib. Apabila field wajib tidak diisi, maka
penambahan data surat jalan baru tidak dapat dilakukan. Ketika data surat jalan
baru disimpan di basis data, status surat jalan pada data tersebut akan berstatus
unposting secara default. Field status surat jalan memiliki 3 status yaitu:
unposting(0), posting(1) dan cancel(2).

Gambar 20 Proses 1.4.2.2 / Halaman edit_suratjalan
Data surat jalan dapat diubah melalui halaman yang tersedia, seperti yang terlihat
pada gambar Gambar 20 Proses 1.4.2.2 / Halaman edit_suratjalan. Pengubahan
data surat jalan hanya dapat dilakukan, apabila status surat jalan masih berstatus
Unposting.

Gambar 21 Proses 1.4.2.3 / Proses 1.4.2.4 / Halaman suratjalan
Data surat jalan dapat dihapus dari basis data dengan cara menklik check box pada
data surat jalan yang akan dihapus, lalu memilih tombol delete, seperti yang terlihat
pada gambar Gambar 21 Proses 1.4.2.3 / Proses 1.4.2.4 / Halaman suratjalan.
Penghapusan data surat jalan dapat dilakukan, apabila data surat jalan yang akan
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

dihapus tidak memiliki keterkaitan dengan data faktur dan status surat jalannya
masih berstatus unposting.

Gambar 22 Proses 1.4.2.5 / Halaman pencarian
Pencarian data surat jalan dapat dilakukan melalui halaman pencarian, seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 22 Proses 1.4.2.5 / Halaman pencarian. Pada halaman
pencarian, pengguna diharuskan mengisi field kategori dan kata kunci ID. Apabila
salah satu dari kedua field tersebut tidak diisi, maka pencarian data surat jalan tidak
akan dilakukan.

Gambar 23 Proses 1.4.2.6
Data surat jalan yang sudah disimpan di basis data dapat di posting melalui
halaman suratjalan, seperti yang terlihat pada gambar Gambar 23 Proses 1.4.2.6.
Dengan mem-posting data surat jalan, maka secara otomatis akan terjadi prosesproses
sebagai berikut:
• Status surat jalan akan berubah dari unposting ke posting.
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149
• Status pemesanan yang terkait dengan data surat jalan yang diposting akan
berubah dari on order ke completed.
• Stok produk berkurang.
• Program akan menghasilkan data faktur baru.

Posting data surat jalan hanya dapat dilakukan apabila status surat jalan pada data
tersebut berstatus unposting.

Gambar 24 Proses 1.4.2.7
Data surat jalan yang sudah di-posting dapat dibatalkan dengan cara menklik check
box pada data surat jalan tersebut, lalu memilih tombol cancel, seperti yang terlihat
pada gambar Gambar 24 Proses 1.4.2.7. Dengan membatalkan data surat jalan,
maka secara otomatis akan terjadi proses-proses sebagai berikut:
• Status surat jalan akan berubah dari posting ke cancel.
• Status pemesanan yang terkait dengan data surat jalan yang diposting akan
berubah dari completed ke cancel.
• Stok produk bertambah.
Pembatalan data surat jalan dapat dilakukan apabila status surat jalan berstatus
posting, dan data faktur yang berhubungan dengan data surat jalan tersebut sudah
dihapus.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)


Gambar 25 Proses 1.4.3.1 / Halaman add_faktur
Pada fitur faktur/faktur penjualan, pengguna dapat memasukan data faktur yang
baru melalui halaman yang terlihat pada gambar Gambar 25 Proses 1.4.3.1 /
Halaman add_faktur. Pada halaman tersebut, pengguna cukup mengisi field,
seperti: id faktur ,id surat jalan, tgl faktur, jatuh tempo dan keterangan. Field id
pemesanan, id pelanggan, nama pelanggan, no PO , tgl surat jalan dan data detail
akan diisi secara otomatis oleh program aplikasi. Di antara field tersebut, Field id
surat jalan, id pemesanan dan id pelanggan merupakan field wajib. Ketika data
faktur baru disimpan di basis data, status faktur pada data tersebut akan berstatus
unposting secara default. Apabila field wajib tidak diisi, maka penambahan data
faktur baru tidak dapat dilakukan. Field status faktur memiliki 2 status yaitu:
unposting(0) dan posting(1).

Gambar 26 Proses 1.4.3.3 / Proses 1.4.3.4 / Halaman faktur
Data faktur yang disimpan di basis data dapat dihapus dengan cara menklik check
box pada data faktur yang akan dihapus, lalu memilih tombol delete. Seperti yang
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

terlihat pada gambar Gambar 26 Proses 1.4.3.3 / Proses 1.4.3.4 / Halaman faktur.
Penghapusan data faktur dapat dilakukan, apabila status faktur masih berstatus
unposting.

Gambar 27 Proses 1.4.3.5 / Halaman pencarian
Pencarian data faktur dapat dilakukan melalui halaman pencarian, seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 27 Proses 1.4.3.5 / Halaman pencarian. Pada halaman
pencarian, pengguna diharuskan mengisi field kategori dan kata kunci id. Apabila
salah satu dari kedua field tersebut tidak diisi, maka pencarian data faktur tidak
akan dilakukan.

Gambar 28 Proses 1.4.3.6
Data faktur yang sudah disimpan di basis data dapat di-posting melalui halaman
faktur, seperti yang terlihat pada gambar Gambar 28 Proses 1.4.3.6. Ketika data
faktur sudah di-posting, status faktur akan berubah dari unposting ke posting dan
nilai piutang pelanggan akan bertambah. Posting faktur hanya dapat dilakukan
apabila status faktur berstatus unposting.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 29 Proses 1.4.4.1 / Halaman add_fkbayar
Pada fitur fkbayar/pembayaran piutang, pengguna dapat memasukan data fkbayar
yang baru melalui halaman yang terlihat pada gambar Gambar 29 Proses 1.4.4.1 /
Halaman add_fkbayar. Pada halaman tersebut, pengguna dapat mengisi data
fkbayar(id fkbayar, nama pelanggan, jenis pembayaran, tgl pembayaran, tgl cair
dan keterangan) dan pada data fkbayar detail pengguna cukup mengisi field id
faktur dan pembayaran. Di antara field tersebut, Field nama pelanggan, jenis
pembayaran, tgl pembayaran, tgl cair, id faktur dan pembayaran merupakan field
wajib. Apabila field wajib tidak diisi, maka penambahan data fkbayar baru tidak
dapat dilakukan. Ketika data fkbayar baru disimpan di basis data, status fkbayar
pada data tersebut akan berstatus unposting secara default. Field status fkbayar
memiliki 3 status yaitu: unposting(0), posting(1) dan cancel(2).
Gambar 30 Proses 1.4.4.3 / Proses 1.4.4.4 / Halaman fkbayar
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Data fkbayar yang disimpan di basis data dapat dihapus dengan cara menklik check
box pada data fkbayar yang akan dihapus, lalu memilih tombol delete, seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 30 Proses 1.4.4.3 / Proses 1.4.4.4 / Halaman fkbayar.
Penghapusan data fkbayar dapat dilakukan apabila status fkbayar masih berstatus
unposting.

Gambar 31 Proses 1.4.4.6
Data fkbayar yang sudah disimpan di basis data dapat di-posting melalui halaman
fkbayar, seperti yang terlihat pada gambar Gambar 31 Proses 1.4.4.6. Dengan
mem-posting data fkbayar, maka secara otomatis akan terjadi proses-proses sebagai
berikut:
Status fkbayar akan berubah dari unposting ke posting.
Nilai pada field piutang pada data pelanggan dan data faktur akan
berkurang.
Nilai pada field lunas pada data faktur akan bertambah.
Posting data fkbayar hanya dapat dilakukan apabila status fkbayar berstatus
unposting.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

Gambar 32 Proses 1.4.4.7
Data fkbayar yang sudah di-posting dapat dibatalkan dengan cara menklik check
box pada data fkbayar tersebut, lalu memilih tombol cancel, seperti yang terlihat
pada gambar Gambar 32 Proses 1.4.4.7. Dengan membatalkan data fkbayar, maka
secara otomatis akan terjadi proses-proses sebagai berikut:
•           Status fkbayar akan berubah dari posting ke cancel.
•           Nilai pada field piutang pada data pelanggan dan data faktur akan
bertambah.
•           Nilai pada field lunas pada data faktur akan berkurang.
Pembatalan data fkbayar hanya dapat dilakukan apabila status fkbayar berstatus
posting.

Gambar 33 Proses 1.5.1 / Halaman laporan_piutang
Pada aplikasi ini, pengguna dapat mencetak laporan piutang melalui halaman
laporan_piutang, seperti yang terlihat pada gambar Gambar 33 Proses 1.5.1 /
Halaman laporan_piutang.
Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149

Gambar 34 Proses 1.5.2 / Halaman laporan(lapjual)
Gambar 35 Proses 1.5.2 (Laporan penjualan per tipe pelumas)

Gambar 36 Proses 1.5.2 (Laporan penjualan perbulan)
Laporan penjualan terbagi menjadi 2 jenis yaitu: laporan penjualan per tipe
pelumas dan laporan penjualan per bulan. Pengguna dapat mencetak 2 jenis laporan
penjualan tersebut melalui halaman laporan, seperti yang ada pada gambar Gambar
34 Proses 1.5.2 / Halaman laporan(lapjual). Pada halaman laporan, pengguna
diharuskan untuk memilih jenis, bulan dan tahun laporan penjualan yang ingin
ditampilkan. Setelah pengguna memilih, hasil laporan akan tertampil seperti yang
terlihat pada gambar Gambar 35 Proses 1.5.2 (Laporan penjualan per tipe pelumas)
dan Gambar 36 Proses 1.5.2 (Laporan penjualan perbulan).
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)

5. Evaluasi Sistem
Pada bab ini menjelaskan mengenai hasil evaluasi sistem yang dilakukan pada
aplikasi sistem informasi penjualan pelumas. Metode evaluasi sistem yang
digunakan adalah black-box testing. Black-box testing adalah metode pengujian
yang dimana penilaian terhadap sebuah aplikasi bukan terletak pada spesikasi
logika/fungsi aplikasi tersebut, tapi input dan output. Dengan berbagai input yang
diberikan akan dievaluasi apakah sesuatu sistem/aplikasi dapat memberikan
output/keluaran yang sesuai dengan harapan penguji. Evaluasi sistem dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
Hasil evaluasi sistem disajikan dalam bentuk tabel.
Evaluasi ditargetkan pada setiap proses yang dimiliki aplikasi sistem
penjualan pelumas.
Masing-masing proses memiliki minimal 1 test case.
•           Setiap test case memiliki 6 kolom, yaitu:
1. Test case: penomoran test case pada masing masing proses.
2. Field: field-field yang menerima nilai input. Field tersebut mengacu
pada field table di basis data.
3. Input: nilai yang diberikan kepada masing-masing field.
4. Valid Output: hasil dari response aplikasi/sistem yang diharapkan
pengguji.
5. Output: hasil yang diberikan aplikasi/sistem.
6. Status: Penilaian yang diberikan penguji. Apabila hasil keluaran/output
sesuai dengan harapan pengguji, maka pada kolom status akan
diberikan nilai “Ok”. Jika tidak sesuai harapan penguji, maka akan
diberikan nilai “Gagal”.

Tabel 3 Proses 1.1.1 Input Data Pelanggan

·         Test
·         Case
·         Field Input Valid Output Output Status
·         1 PerusahaanPlg
·         AlamatPlg1
·         TelpPlg1
·         CPPlg
·         FaxPlg
·         -
·         Jl. Surya
·         sumantri no 1
·         08562114761
·         Eric
·         5940829
·         Pesan: Field
·         yang bertanda
·         harus diisi.
·         Pesan: Field
·         yang bertanda
·         harus diisi.
·         Ok

Jurnal Informatika, Vol. 3, No.1, Juni 2007:119-149


2 PerusahaanPlg
AlamatPlg1
TelpPlg1
CPPlg
FaxPlg
PT. Adetex
Jl. Surya
sumantri
No.1
08562114761
Eric
5940829
PT. Adetex
Jl. Surya
sumantri No.1
08562114761
Eric
5940829
PT. Adetex
Jl. Surya
sumantri No.1
08562114761
Eric
5940829
Ok

6. Kesimpulan dan saran

Berdasarkan hasil yang telah dicapai pada pembuatan program aplikasi dan target
awal perancangan program dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:

• Telah berhasil diimplementasikan Sistem Informasi Penjualan Pelumas
dimana terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas pada perusahaan setelah
mengimplementasikan sistem komputerisasi tidak dapat diukur dalam waktu
singkat. Walaupun demikian, beberapa permasalahan yang ada pada sistem
lama seperti: keterlambatan pembuatan laporan yang terkait dengan
penjualan, kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan, serta
pengulangan pencatatan transaksi, dapat diatasi dengan baik oleh sistem
baru.

User Interface Design pada aplikasi dapat dimengerti dengan baik oleh
pengguna.

• Aplikasi dapat memberikan laporan yang terkait dengan penjualan dan
piutang dengan cepat.
• Fitur pemesanan, surat jalan, faktur, fkbayar/pembayaran dan laporan dapat
berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan pengguna.
Saran penulis untuk program aplikasi ini akan dijelaskan pada poin-poin berikut
ini:
• Fitur yang tersedia pada aplikasi telah dapat mengatasi permasalahan yang
ada pada sistem lama. Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu,
perkembangan bisnis pada perusahaan juga akan semakin meningkat. Oleh
karena itu, diperlukan pengembangan yang lebih lanjut terhadap fitur yang
sudah ada.
• Kemampuan aplikasi sistem informasi penjualan pelumas dalam hal
penangganan multi-user masih cukup minim. Oleh karena itu,
pengembangan yang lebih lanjut pada fitur tersebut masih diperlukan.
• Penambahan fitur inventori pada aplikasi perlu segera direalisasikan,
sehingga penambahan stok barang dapat dilakukan secara otomatis oleh
sistem.
Analisa, Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Penjualan Pelumas
Studi Kasus : Perusahaan “PT. Pro Roll International”
(Radiant Victor Imbar, Eric Tirta)
149
• Perlunya fitur tambahan yang dapat membantu perusahaan dalam
pengambilan keputusan strategi bisnis, misalnya dengan tambahan fitur
analisa penjualan dalam bentuk grafik dan perkiraan penjualan.










































Daftar Pustaka

[Dar06] Darie, Cristian, Bogdan Brinzarea, Filip Chereches-Tosa, Mihai Bucica. (2006).
AJAX and PHP Building Responsive Web Applications. Packt Publishing.
[Dav74] Davis, Gordon B. (1974). Management Information System. Auckland:
Mcgraw-Hill.
[Fat99] Fathansyah. (1999). Basis Data, Informatika Bandung.
[Fla06] Flanagan, David. (2006). JavaScript: The Definitive Guide, 5th Edition.
O'Reilly.
[Har05] Hartono, Jogiyanto. (2005). Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Andi Yogyakarta.
[Hoj06] Hojtsy, Gabor. (2006). PHP Manual. the PHP Documentation Group.
[Hol06] Holzner, Steve. (2006). Ajax For Dummies. Wiley Publishing, Inc.
[Kad01] Kadir, Abdul. (2001). Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP.
Andi Yogyakarta.
[MyS06] MySQL, http://en.wikipedia.org/wiki/MySQL, 20/10/2006.
[She05] Sheldon, Rober, Geoff Moes. (2005). Beginning MySQL, Wiley Publishing,
Inc.
[Whi04] Whitten, Jeffery L., Lonnie D. Bentley, Kevin C. Dittman. (2004). Systems
Analysis and Design Methods. The McGraw-Hill Companies, Inc.
[Zak05] Zakas, Nicholas C. (2005). Professional JavaScript™ for Web Developers.
Wiley Publishing, Inc.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar